Jumat, 06 Agustus 2010

Kerja Keras tuk Jadi Pemenang Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Tahun 2010

          Menjadi pemenang Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Tingkat Nasional”membuat beberapa rekan mengira saya pandai menulis. Sempat tidak percaya ketika terima telepon seorang rekan yang meminta saya menjadi pembicara dalam forum ilmiah. Permintaan itu dengan sangat terpaksa saya tolak, bukannya tidak mau tapi mengingat jarak yang tidak mungkin ditempuh tanpa meninggalkan tugas mengajar. Sekali lagi, maaf sobat! Tawaran itu sebenarnya merupakan kesempatan saya mendapatkan pengalaman baru, tapi saat ini saya berusaha untuk tidak meninggalkan tugas mengajar karena sudah terlalu sering meninggalkannya. Barangkali lain waktu kalau senggang bisa dibicarakan lagi.
           Tahun 2008/2009 selama setahun penuh saya bebas tugas dinas karena tugas belajar. Bulan Oktober 2009 tugas belajar selesai dan kembali mengajar, tapi ternyata saya masih sering meninggalkannya untuk kegiatan lomba, kepanitian, dan TOT. Awal tahun ajaran baru inipun saya meninggalkan anak didik karena diklat guru pemandu matematika di P4TK Yogyakarta selama dua minggu. Diklat ini membuat saya mendapat tugas tambahan tuk pengimbasan pada guru dan kepala sekolah se-kecamatan. Ini merupakan tugas berat tuk beberapa bulan kedepan. Kegiatan-kegiatan itu sebenarnya juga merupakan tugas sebagai abdi negara, tapi yang saya pikirkan saat ini ”Bagaimana anak didikku kelas 6 dapat belajar dengan baik”.
           Berbagi pengalaman dengan sahabat tentu sangat menyenangkan, tetapi saya minta maaf tidak dapat memberikan soft copy karya saya. Hak cipta naskah pemenang sayembara ada pada pusbuk dan akan ditawarkan pada penerbit sehingga saya tidak berani menyebarluaskan soft copynya.
Beberapa rekan juga ada yang menanyakan cara membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tentu dengan senang hati menjawab semampu saya. Sekali lagi minta maaf soft copy PTK saya yang masuk dalam finalis LKG tingkat nasional tidak saya berikan. Tentu tujuannya baik lho! Melihat karya orang lain membuat kita terpaku pada model karya tersebut, padahal setiap orang punya ciri khas dalam mengungkapkan ide. Selain itu tentu saja mematikan kreatifitas, karena hal yang diutamakan dalam PTK adalah inovasi. Kalau saya bisa, rekan-rekan pasti lebih bisa!
           Ada kabar burung entah benar atau tidak tentang adanya orang yang membuatkan karya ilmiah sebagai tugas akhir kuliah. Kalau hal ini terjadi sungguh sayang kesempatan belajar disia-siakan. Kalau boleh saya sarankan, rekan-rekan yang pandai membuat karya ilmiah agar berkenan mengajari tapi tidak membuatkan.
          Rekan-rekan dan sobat yang lama tak berjumpa mungkin ingin mendengar cerita bagaimana orang bisaa seperti saya dapat menjadi pemenang sayembara tingkat nasional. Atau mungkin ingin mencoba mengikuti sayembara tahun depan? Dengan senang hati saya ceritakan semua pengalaman ini.
          Saya guru SD yang baru keluar dari tempurung. Pandangan ke dunia luar mulai terbuka ketika tugas belajar sertifikasi guru jalur pendidikan (bebas tugas dinas) selama 1 tahun di USD Jogyakarta tahun 2008/2009. Disana pertama kali saya kenal computer dan internet. Gaptek, ya itu tahun lalu. Sekarang sudah bisa computer bahkan punya nomor email dan facebook. Keren kan!
           PPS (Peserta Program Sertifikasi) berjumlah 27 orang dari 3 provinsi (Jateng, Jatim, dan DIY). Diantara mereka ada yang pernah menjadi finalis LKG tingkat nasional. Sebelumnya kalau melihat pengumuman lomba apalagi tingkat nasional, tak pernah saya perhatikan karena saya pikir itu di luar kemampuan saya. Pikiran itu berubah: kalau rekan PPS ada yang bisa, mungkin dengan kerja keras saya juga bisa.
           Saya coba buat dan kirim PTK untuk mengikuti LKG tahun 2009. Suatu hal yang awalnya tidak percaya ketika datang surat panggilan sebagai finalis LKG. Bagaimana tidak, ini adalak PTK saya yang pertama terpilih sebagai finalis dari hampir seribu pengirim. Pengalaman pertama mengikuti lomba tingkat nasional sangat menyenangkan. Bertemu dan mengenal rekan guru dari berbagai provinsi yang pada umumnya memiliki prestasi yang membanggakan. Pengalaman yang paling berkesan ketika mengikuti acara puncak HUT PGRI di senayan karena dihadiri presiden SBY dan tentu saja dengan para menteri. Kesempatan ini kami manfaatka untuk berjabat tangan dan berfoto bersama.
           Pulang dari Jakarta (mengikuti LKG) saya langsung ke “New York”, istilah keren yang bisa kami sebut untuk Newyokarto Hadiningrat. Tujuan utama adalah mengambil sertifikat pendidik di USD. Di Newyorkarto bertemu rekan-rekan PPS, dari mereka saya mendengar adanya Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Tahun 2010.
           Saya tergiur nominal hadiah, terbayang lembaran merah. Walau kemampuan menulis rendah, dan tahu batas akhir pengiriman tinggal dua bulan setengah, saya coba menulis dengan berbekal sedikit pengetahuan tata tulis karya ilmiah.
           Waktu dua bulan terlalu singkat untuk penulis pemula, apalagi kegiatan saya selain mengajar juga menyusun soal dan menjadi juri lomba-lomba tingkat kecamatan. Capek, tentu saja apalagi saya baru saja pulang dari Jakarta sebagai Finalis LKG. Menulis naskah saya lakukan malam hari sehingga sering lembur sampai dini hari.
           Menjelang akhir batas pengiriman saya macet ide buntu. Berharap batas akhir pengumpulan naskah diperpanjang seperti tahun sebelumnya, saya kirim email ke bangnas (bangnas_pusbuk@yahoo.com) bahkan ke Om Jay (Wijaya Kusumah) dengan menanggapi blognya. Jawaban bangnas dan Om Jay sama :”Batas akhir pengumpulan naskah tetap 1 Maret 2010”. Terimakasihbangnas dan Om Jay yang telah menjawab pertanyaan dan berkenan mengunjungi blog saya yang free dan asal jadi.
           Mungkin doa saya terkabul, tiba-tiba ide muncul lagi. Kerja keras belanjut. Puncak kerja keras pada malam 1 Maret, saya tidak tidur karena catride Printer HP DJ 2500 sering ngambek. Entah berapa gelas air panas kubuang setelah hitam pekat diciumi head catrideku yang bandel.
          Tanggal 1 Maret 2010 naskah saya kirim via pos. Sore harinya kukirim email ke bangnas “Naskah dengan Judul Menjadi Peternak Kelinci Teladan tadi siang saya kirim via pos. Kalau sampai Jakarta terlambat mohon jangan dianggap terlambat karena sesuai pengumuman batas akhir 1 Maret 2010 (stempel pos)”. Email tak pernah berbalas. Ya, saya memang saya tidak butuh balasan. Yang kubutuhkan tanggapan. Terimakasih bangnas!
           Akhir Mei yang menggembirakan diawali pada suatu pagi ketika penjaga sekolahku setengah tergesa-gesa berjalan menghampiriku sambil membungkuk mengatakan “nuwun sewu pak puniko onten serat kagem bapak”. Amplop besar dengan kop Pusat Perbukuan langsung kusobek bagian tepinya. Tak sempat baca isi bagian atas, pandanganku langsung tertuju pada kalimat dengan cetakan tebal “Naskah buku pengayaan yang saudara kirimkan dengan judul Menjadi Peternak Kelinci Teladan dinyatakan sebagai calon pemenang Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Tahun 2010, untuk itu kami ucapkan selamat” Alhamdulillah terimakasih ya Allah! Engkau telah mengabulkan doaku.
           Berulang kali surat itu kubaca. Apakah ini kebetulan? Ah, pasti tidak! Dewan juri berasal dari dari kalangan professional dan praktisi yang juga penulis tingkat nasional. Saingan juga sangat ketat dilihat dari jumlah maupun kualifikasi pengirim naskah. Calon pemenang yang dipanggil hanya 47 orang dari 1.136 pengirim naskah yang berasal dari 31 provinsi. Sesuai pengumuman pengirim naskah adalah guru, penerbit, tenaga kependidikan, konselor, peneliti, dosen, dan widyaiswara baik yang masih aktif maupun purnakarya dan bisa perorangan maupum kelompok.
           Itulah sekilas cerita saya sebelum menuju hotel Oasis Amir. Ada beberapa hal yang menjadi catatan untuk menjadi pemenang sayembara ini. Keberhasilan ini diraih dengan kerja keras dan doa. Ide menulis tidak muncul begitu saja, tanpa perkenanNya hal ini tidak mungkin terjadi. Hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah keaslian karya. Seleksi wawancara ternyata menentukan dan bisa mematikan. Tiga orang calon pemenang gugur dalam seleksi wawancara sehingga pemenang akhir hanya 44 orang. Dilain kesempatan semoga saya bisa menuliskan pengalaman selama di Jakarta. Rekan-rekan sesama pemula, mari kita berjuang semoga dapat berjumpa di acara Pengumuman dan Pemberian Hadiah Pemenang Sayembara tahun 2011! Amin!

5 komentar:

Anonim mengatakan...

Selamat atas prestasinya Pak! Bagi-bagi ilmunya!
(Dari Malang)

Anonim mengatakan...

Selamat atas Prestasinya!
Moga2 aku sgra nyusul!
Dindin Kalbar

Anonim mengatakan...

Hadiahnya gede donk!

mest Brebes

jouw mengatakan...

Makasih rekan jauh!
Maksudnya jauh tempatnya.
Klo bleh pke email donk! jgn anonim! Tanks!

yun suyatno mengatakan...

KANG TEJO,HEBAT YA SAMPEAN...!!!SELAMET..SELAMET...NYONGE MELU SENENG...,BERTEMU DG HERI SURITNO GAK YG DARI BANYUMAS..?KETONE deweke YA JUARA...TESIH DULUR...